Dragon Quest VIII Versi Mobile





Pada tahun 2013 lalu, perusahaan game asal Jepang, Square Enix, mengumumkan seri game Dragon Quest VIII: Journey of the Cursed King akan hadir di perangkat mobile. Tepat tanggal 12 Desember 2013 lalu, game ini tiba di pasar mobile Jepang. Lima bulan berikutnya, versi Inggris hadir untuk para penggemar Dragon Quest di luar Jepang.

Seperti yang sudah pernah Kotakers ketahui dan mainkan, Dragon Quest VIII adalah judul game PlayStation 2 ber-genre JRPG yang diluncurkan pada tanggal 27 November 2004 (Jepang) atau 15 November 2005 (Amerika Utara). Game yang juga menghadirkan kreator Dragon Ball, Akira Toriyama, sebagai salah satu artist-nya ini menceritakan tentang petualangan Kotakers sebagai karakter utama beserta rekannya, bertualang dengan tujuan untuk mengalahkan Dhoulmagus dan mematahkan mantranya yang sudah mengutuk sang raja juga tuan putri dari kerajaan Trodain.



Pada versi PlayStation 2, game ini mendapatkan respon yang luar biasa dari para gamers beserta kritikus game dari seluruh dunia. Tidak percaya? Kotakers bisa menengok fakta pada bulan September 2008 dimana total penjualan Dragon Quest VIII secara global sudah menembus angka 4,9 juta kopi. Di Jepang sendiri game ini menjadi game dengan penjualan terbesar untuk konsol PlayStation 2. Bagaimana dengan versi mobile-nya? Yuk disimak ulasannya oleh kru KotGa.

Tidak ada yang berubah jika kita menengok dari segi jalan cerita, grafis 3D pada karakter dan lingkungan serta animasi yang ditonjolkan. Perubahan yang mendasar tentu tampilan UI (User Interface) yang langsung Kotakers sadari bagi yang sudah memainkan yang versi PlayStation 2. Dengan single analogkontrol layar sentuh dibagian bawah, 4 tombol virtual yang terdiri dari menu opsi dibagian kanan bawah, menyalakan atau mematikan auto run, merubah posisi UI dan rotasi kamera. Ada juga map di bagian kanan atas layar.

Kontrol single analog ini termasuk baru dan mungkin terlihat aneh bagi yang pertama kali memainkan game mobile ini, apalagi ditambah dengan Kotakers memainkan ini dalam bentuk tampilan portrait. Untungnya ada opsi untuk merubah posisi UI, jadi Kotakers bisa memilih tipe yang sesuai dengan gaya bermain Kotakers. Meski kru KotGa merasa memainkan satu tangan cukup membuat lelah lengan.



Kekurangan juga terjadi pada kamera. Kotakers tentu akan merasa kesal ketika tengah jalan-jalan kota atau dungeon dan mendapati mengontrol kamera menjadi hal yang sulit dan cukup menyebalkan. Selain itu, dari segi musik Kotakers juga menyadari ada yang berbeda dengan versi mobile ini, yakni tidak adanya pengisi suara untuk para karakter dan musik orkestra yang mendamping kalian sepanjang permainan.

Sistem pertarungan disini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Masih mengandalkan mekanisme turn-based seperti pada versi konsol. Saat Kotakers bertemu dengan musuh, pilihan fight wisely menjadi pilihan awal dan tentu saja bisa Kotakers rubah. Tapi dengan itu saja, Kotakers masih bisa menguasai atau mengalahkan musuh. Yang baru disini adalah sistem tension. Dengan ini Kotakers bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari para karakter.

Fitur yang lain seperti meningkatan kemampuan karakter dengan poin skill yang didapatkan saat level upatau menggunakan monster sebagai rekan partner juga tidak berubah. Jika Kotakers adalah fans sejati seri ini harus patut berbahagia karena fitur kasino kembali hadir. Kotakers bisa kembali mencoba bingo, mesin slot dan roulette jika kebosanan dalam berpetualang tengah melanda.



Demikian review yang sudah kru KotGa buat setelah memainkan game Dragon Quest VIII: Journey of the Cursed King di smartphone Android LG G2. Bagi Kotakers yang tidak mempermasalahkan dengan kontrolsingle analog, minus dari segi pengisi suara dan musik orkestra, Dragon Quest VIII masih cukup bagus untuk ukuran game mobile. Dengan harga sekitar IDR 305 ribu, Kotakers bisa mendapatkan dan memainkan game ini tanpa IAP dan tanpa koneksi internet sama sekali. Hanya saja Kotakers harus menyediakan ruang memory internal yang cukup besar, minimal 1,5 GB.

0 komentar: