Closed Beta Test, MapleStory Indonesia





Pada tanggal 2 Juni 2014 adalah waktunya closed beta test (CBT) dari MapleStory, game ber-genre 2D side scrolling RPG yang dirilis oleh PT Lyto Datarindo Fortuna di Indonesia. Game yang menampilkan grafis 2D berlatar belakang cerah dan penuh warna ini semakin menggemaskan dengan karakter chibidengan desain pixelated.

Ada 6 kelas yang dapat gamers pilih untuk berpetualang di dunia MapleStory dimana pada tahap CBT ini hanya menampilkan satu kelas yang dapat dipilih gamers saat membuatan karakter yaitu Resistance. Sedangkan kelas lain yang belum dapat digunakan yaitu Explolers, Cygnus, Aran, Evan dan Dual Blade.



Setelah proses pembuatan karakter selesai dan gamers siap masuk ke dalam permainan. Hal yang pertama kali dilakukan adalah berbicara dengan NPC yang memiliki simbol lampu berkelap-kelip di atas kepalanya. Itulah NPC yang menyediakan misi untuk dijalani.

Bagi gamers yang terbiasa menjalankan misi dengan fitur auto, MapleStory tidak menyediakan fitur tersebut sehingga gamers harus bergerak secara manual. Namun ada petunjuk dalam bentuk arah panah untuk memberikan arahan tentang lokasi mana yang harus didatangi untuk menyelesaikan misi yang sedang dijalankan.

Sebelum membaca ulasan CBT MapleStory, yuk nonton trailer-nya terlebih dahulu.


Setiap kelas memiliki keunggulannya sendiri-sendiri dimana pada Resistance ini keunggulan yang dimiliki dibagi secara merata mulai dari serangan, pertahanan, kecepatan dan kesulitan. Jika gamers memilih menjadi Resistance maka profesi yang dapat dipilih selanjutnya yaitu Battle Mage, Wild Hunteratau Mechanic.

MapleStory adalah game yang sangat sederhana, namun tetap dibutuhkan konsentrasi khusus untuk dapat mengerti sistemnya secara mendasar. Mayoritas kontrol yang dipergunakan pada game ini adalah di keyboard, walaupun gamers tetap membutuhkan mouse untuk perintah menggunakan item, memindahkan skill dari jendela skill ke tombol shortcut, atau memindahkan item dari inventory ke tombol shortcut.



Dunia MapleStory ditampilkan dalam kondisi yang sangat damai. Walaupun pada akhirnya ada pertarungan namun pertarungan itu ditampilkan dengan pemandangan bertarung yang sangat minim. Jadi gamers akan melihat gaya bertarung yang sederhana, lebih memperlihatkan ke efek visual skill, tidak ada darah dan angka-angka dari damage yang dihasilkan oleh serangan. Mengenai angka damage, kadang menjadi pemandangan yang kurang enak dilihat apabila musuh yang dihadapi berjumlah sangat banyak dan menutupi objek di layar.

Secara keseluruhan, MapleStory pada tahap CBT sudah cukup memuaskan. Hanya saja kekurangannya kelas yang dapat dimainkan hanya sedikit sehingga kru KotGa belum bisa mengeksplorasi karakter lebih jauh. Bagi gamers yang menyukai game online bergaya klasik, sederhana dan ceria maka MapleStoryadalah pilihan yang tepat.

Yuk main!

0 komentar: