Kalah Main COD, Gamer Lapor Pasukan Khusus SWAT

Kekalahan tentu saja menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah game kompetitif. Terkadang skill yang memang belum memadai atau sekedar nasib buruk yang menerpa membuat Anda harus melewati situasi yang memang tidak menyenangkan ini. Beberapa gamer mungkin akan lapang dada menerima kekalahan dan melihatnya sekedar sebuah proses. Tidak sedikit juga gamer yang menyalurkan rasa frustrasi ini lewat kemarahan yang meledak-ledak yang biasanya diekspresikan lewat kata-kata kotor atau bahkan bermain secara tidak sportif. Namun, seburuknya sikap yang Anda tunjukkan ketika kalah dalam permainan, Anda tidak akan segila kasus yang satu ini. Benar sekali, cukup untuk membuat pasukan serbu khusus terlibat.



Kalah di dalam mode kompetitif yang ada, seorang gamer Call of Duty memutuskan untuk menyalurkan rasa frustrasinya dengan melaporkan player lain yang menjadi musuh utamanya – Rafael Castillo yang berusia 17 tahun kepada polisi. Lewat program Skype, gamer tersebut mengaku bahwa Castillo sudah membunuh ibunya sendiri dan akan membunuh lebih banyak orang. Mengganggap laporan ini serius, pihak keamanan langsung bergerak menuju kediaman Castillo dengan kekuatan penuh. Tidak main-main, lebih dari 60 petugas bersenjata, tim SWAT, helikopter, dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk “menetralisir” ancaman tersebut.

Laporan “iseng” seorang remaja lain membuat lebih dari 60 petugas keamanan – termasuk tim SWAT, helikopter, dan mobil pemadam kebakaran mendatangi kediaman Castillo. Setelah diselediki, besar kemungkinan hal ini dilakukan gamer yang kalah bermain COD kompetifif melawan Castillo. (Foto: New York Post)


Namun apa yang mereka dapatkan di rumah Castillo? Sebuah rumah tenang tanpa keributan apapun, dengan Castillo yang sama sekali tidak tahu-menahu apa yang tengah terjadi. Polisi akhirnya sadar mereka menjadi korban telepon “lelucon” dari remaja yang dikalahkan oleh Castillo di game Call of Duty. Mereka juga percaya bahwa sang anak misterius ini berhasil melacak lokasi IP address dari Castillo dan memicu keributan kali ini. Belum jelas apakah sang penelepon bisa dilacak atau sanksi seperti apa yang bisa dilemparkan untuknya.

0 komentar: